CERITA

Aku Akan Menggendongmu Setiap Pagi

August 13th, 2013 No Comments

Pada suatu malam ketika seorang suami kembali ke rumah,  kemudian sang istri menghidangkan makan malam untuknya sambil memegang tangan istrinya sang suami berkata,”Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Lalu sang istri duduk disampingnya sambil menemani sang suami yang sedang menikmati makan malam dengan tenang. Namun dari raut wajah dan matanya kutahu dia sedang memendam luka batin yang membara.

Ketika hendak memuali pembicaraan dengan istrinya, sang suami mendadak bingung dan tidak tahu harus memulai dari mana, semua kata-kata seakan menjadi berat sekali untuk diucapkan. Namun, ia harus tetap menyampaikan maksud hatinya kepada istrinya. Ia harus menyampaikan bahwa dirinya menginginkan sebuah perceraian. Mendengar keinginan suaminya tersebut, sang istri terlihat tidak terganggu sama sekali dengan apa yang dibicarakan suaminya. Dengan tenang ia menanyakan alasan, “mengapa?”  Sang suami tidak mampu menjawab dan menolak untuk memberikan alas an dan jawaban. Hal itu membuat sang istri marah dan berteriak kepasa suaminya “Kamu bukanlah seorang pria sejati!” Kemudain malam itu ditutup dengan suasana tidak saling bertegur sapa. Sang istri terus menangis, didalam hatinya ia ingin mengetahui apa alasan suaminya ingin meminta cerai darinya. Alasan yang sebenarnya, bahwa suaminya telah jatuh cinta kepada wanita lain dan sudah tidak mencitainya lagi. Bahwa suaminya hanya kasihan kepadanya.

Kemudian dengan rasa bersalah, sang suami  membuat sebuah surat  pernyataan persetujuan untuk bercerai. Dalam surat tersebut berisi bahwa sang istri dapat memiliki rumah, mobil dan 30% dari keuntungan perusahaan  mereka. Sang istri sangat marah dan merobek kertas itu. Sang suami meminta maaf, karena wanita yang telah dinikahinya selama kurang lebih 10 tahun kini telah menjadi orang asing dalam hidupnya. Sang suami kemudian menangis dalam hati memikirkan apa yang ia lakukan, namun di sisi lain pikirannya ia tidak dapat mengingkari janjinya pada wanita baru yang kini mengisi hatinya, Jane, wanita simpanannya.

hatikita-aku akan menggendongmu setiap pagi-1

Keesokan harinya, ketika sang suami kembali ke rumah, ia mendapati istrinya sedang menulis sebuah surat di atas meja ruang tidurnya. Sang suami kemudian langsung pergi tidur dan memilih untuk melewatkan makan malam. Karena merasa hari itu sangat capai setelah seharian bertemu dengan Jane, sang wanita idamannya saat ini. Pada pagi harinya, sang istri menyerahkan surat berisi syarat-syarat perceraian yang telah ditulisnya semalam. Dalam suratnya ia mengatakan bahwa ia tidak menginginkan sesuatupun dari sang suami, selain sebuah permintaan bahwa selama sebulan sebelum perceraian mereka saling memperlakukan satu sama lain sebagaimana suami-istri dalam arti sebenarnya. Hal itu dimintanya dengan alasan yang sangat sederhana, “Anak kita akan menjalani ujian dalam sebulan ini, dan aku tidak ingin kita mengganggunya dengan rencana perceraian kita.” Kemudian sang suami menyetujuinya. Dalam persyaratan itu sang istri juga menambhakan bahwa sang suami harus menggendongnya  tiap pagi dari tempat tidur hingga muka pintu seperti yang pernah dilakukan dahulu, sambil mengenang kembali saat pesta pernikahan mereka. Sempat berpikir bahwa permintaan istrinya ini gila, dan berat untuk dijalani, namun akhirnya ia menyetujuinya.

Ia menceritakan hal ini kepada Jane, kekasihnya. Dengan terbahak-bahak Jane tertawa mendengar cerita mengenai persyaratan yang diberikan istrinya. Jane membiarkan kekasihnya itu untuk menuruti keingan istrinya, agar supaya perceraian itu cepat terwujud.

Sudah lama mereka tidak berhubungan badan layaknya suami-istri pada umumnya. Sehingga ketika sang suami menggendong istrinya pada hari pertama, mereka tidak merasakan apa-apa. Putranya melihat hal tersebut dan bertepuk tangan senang sambil berkata, “ Waw…Papa sedang menggendong Mama.” Ketika sedang menggendong menuju ke muka [into, sang istri berkata pelam, “Tolong jangan beritahu putra kita tentang perceraian ini.” Kemudian sang suami menurunkan istrinya di depan pintu. Sang istri  lalu pergi ke depan rumah menunggu bus yang ditumpanginya menuju ke tempat kerjanya. Sementara sang suami pergi kerja dengan mengendarai mobil pribadinya

Kemudian di hari kedua, mereka melakukannya dengan lebih mudah. Sang istri memdekat di dada suaminya. Ia dapat mencium dan merasakan harum tubuh dan pakaianya. Sang suami menyadari bahwa ia sudah agak lama tidak memperhatikan wanita ini dengan saksama. Kemudian ia menyadari bahwa istrinya sudah tidak lagi muda. Pada hari ke empat, ketika sedang menggendong istrinya, ia merasa sebuah perasaan kedekatan dan keintiman yang mulai kembali tumbuh di relung hatinya yang paling dalam. Ia merasakan bahwa inilah wanita yang telah memberi dan mengorbankan 10 tahun hidupannya untuk dirinya. Pada hari-hari selanjutnya, sang suami mulai menyadari bahwa kedekatan mereka sebagai suami-istri mulai tumbuh kembali di hatinya. Ia tidak ingin mengatakan perasaan ini kepada Jane, wanita yang akan ia nikahi setelah perceraiannya dengan istrinya terjadi. Ia berpikir bahwa hal ini akan lebih baik karena ia hanya ingin memenuhi syarat yang diminta oleh istrinya agar nantinya ia  bisa menikah dengan Jane.

Ketika sedang memilih pakaian yang akan dikenakannya, sang istri sedikit mengeluhkan pakainannya yang terasa terlalu besar dan sehingga kurang cocok untuk dipakai. Melihat itu, sang suami dalam hati merasa bahwa istrinya semakin kurus, hal itulah yang menjadi alasan diirnya merasa mudah ketika sedang menggendomg istrinya.

Tiba-tiba kenyataan yang ia dapati itu sangat menusuk dalam di hati dan perasaannya. Ia beripikir bahwa istrinya telah memendam banyak luka dan kepahitan hidup di hatinya. Ia lalu mengulurkan tangannya dan mengusap kepala istrinya.

Tiba-tiba anak laki-laki mereka muncul dan mengatakan bahwa ini saatnya papa untuk menggendong dan membawa mama.” Hal ini sudah menjadi hal yang penting bagi putranya melihat rutinitas tersebut. Namun sang suami mencoba memalingkan pandagannya dari istrinya agar tidak mengganggu keputusannya untuk bercerai  disaat-saat akhir memenuhi syarat-syarat itu. Ia lalu mengangkat istrinya dengan kedua tangannya, berjalan dari kamar tidur mereka, seperti biasa melalui ruang santai sampai ke pintu depan. Tangan istrinya melingkar erat di lehernya dengan lembut dan sangat romantis layaknya suami-istri yang hidupnya sangat harmonis dan saling mencitai satu sama lain. Ia pun memeluk erat tubuh istrinya dan ini persis seperti moment hari pernikahan mereka 10 tahun yang lalu.

Akan tetapi melihat tubuh istrinya yang saat ini sangat ringan membuatmya sedih. Tepat pada hari terakhir, ketika ia menggendong istrinya dengan kedua lengannya, ia merasa sangat berat untuk menggerakkan  walaupun cuma selangkah ke depan. Putra mereka telah pergi ke sekolah. Ia memeluk erat istrinya sambil berkata, “aku tidak pernah memperhatikan selama ini bahwa hidup perkawinan kita telah kehilangan keintiman & keakraban satu dengan yang lain.” Kemudian ia mengendarai sendiri kendaraannya menuju kantor. Ia lalu melompat keluar dari mobil tanpa mengunci pintunya. Ia sangat takut jangan sampai ada sesuatu yang membuatnya mengubah pikirannya. Ia naik ke lantai atas. dan  kemudian Jane membuka pintu dan Ia meminta maaf dan berkata kepada Jane bahwa ia tidak ingin menceraikan istrinya.

Jane memandanginya dengan penuh tanda tanya bercampur rasa heran. “Apakah badanmu panas? Apakah kamu sakit?”, Jane bertanya. Kemudian sang suami itu mngelak dan berkata, “ Maafkan aku Jane, aku tidak akan bercerai. Hidup perkawinanku terasa membosankan karena dia dan aku tidak memakna secara detail setiap moment kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai satu sama lain. Sekarang aku menyadari bahwa sejak aku menggendong dan membawanya setiap pagi, dan terutama kembali mengingat kenangan hari pernikahan kami aku memutuskan untuk tetap akan menggendongnya sampai hari kematian kami tak terpisahkan satu dari yang lain.” Mendengar pernyataan tersebut, Jane sangat kaget. Jane menamparnya dan kemudian membanting pintu dengan keras dan mulai meraung-raung dalam kesedihan bercampur kemarahan. Namun ia tidak menghiraukan tindakan Jane. Ia menuruni tangga dan mengendarai mobilnya pergi menjauh. Lalu ia singgah di sebuah tokoh bunga di sepanjang jalan itu, ia memesan bunga untuk istrinya. Gadis penjual bunga bertanya apa yang harus ditulis di kartunya. Sang suami itupun tersenyum dan menulis, “Aku akan menggendongmu setiap pagi sampai kematian menjemput.”

Petang hari ketika tiba di rumah, dengan bunga di tangannya, sebuah senyum indah di wajahnya, iaberlari kecil menaiki tangga rumahnyahanya untuk bertemu dengan istirinya dan menyerahkan bunga itu sambil merangkul istrinya untuk memulai sesuatu yang baru dalam perkawinan mereka, tapi apa yang kutemukan? Istrinya telah meninggal di atas tempat tidur yang telah mereka tempati bersama selama 10 tahun pernikahan mereka. Ternyata istrinya telah berjuang melawan kanker ganas yang telah menyerangnya berbulan-bulan tanpa suaminya ketahui karena kesibukan sang suami untuk menjalin hubungan asmara dengan perempuan lain. Ternyata sang istri tahu bahwa dirinya akan meninggal dalam waktu yang relatif singkat akibat kanker ganas itu, dan ia ingin menyelamatkan suaminya dari apapun pandangan negatif yang mungkin lahir dari putra mereka sebagai reaksi atas kebodohannya sebagai seorang suami dan ayah, terutama rencana gila dan bodoh untuk menceraikan wanita yang telah berkorban selama sepuluh tahun mempertahankan pernikahan kami dan demi putra mereka.

Sekecil apapun dari peristiwa atau hal dalam hidup sangat mempengaruhi hubungan kita. Itu bukan tergantung pada uang di bank, mobil atau kekayaan apapun namanya. Semuanya ini bisa menciptakan peluang untuk menggapai kebahagiaan tapi sangat pasti bahwa mereka tidak bisa memberikan kebahagiaan itu dari diri mereka sendiri. Suami-istrilah yang harus saling memberi demi kebahagiaan itu.

This post has already been read 1586 times!

About the author

53. Perjalanan Kisah Asmara Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie2
Perjalanan Kisah Asmara Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie

No Comments

21. Bayu Kumbara Sukses Gaet Bule Cantik4
Bayu Kumbara Sukses Gaet Bule Cantik

No Comments

8. Kisah Asmara Egi John dan Marshanda
Kisah Asmara Egi John dan Marshanda

No Comments

Talia Joy, Menginspirasi dengan Videonya
Talia Joy, Menginspirasi dengan Video dan Semangatnya

No Comments

139. Ketika Menjawab Pertanyaan, Mana Pasangannya2
Ketika Menjawab Pertanyaan, Mana Pasangannya?

No Comments

Cinta Sejati Wanita
Cinta Sejati Wanita Biasanya Susah Di Dapatkan Karena Ini

No Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *